Home / Indonesia / 7 Tempat Wisata Sumatera Yang Menarik Untuk Dikunjungi Saat Liburan

7 Tempat Wisata Sumatera Yang Menarik Untuk Dikunjungi Saat Liburan




Sumatera memiliki destinasi wisata yang tidak pernah menjemukan untuk dibahas. Banyak destinasi yang bisa menjadi pertimbangan untuk liburan. Pantai-pantai cantik, lembah hijau, gunung tinggi, perbukitan yang asri hingga danau luas yang menawan. Semua destinasi wisata seolah mengundang kita untuk menginjakkan kaki di Pulau Sumatera. Berikut ada 7 destinasi wisata di Sumatera yang bisa kita kunjungi saat liburan nanti.

1.Danau Maninjau Minangkabau Sumatera Barat

Ada pepatah mengatakan “Jika makan pinang, makanlah sirih hijau. Jangan ke Ranah Minang, kalau tak mampir ke Maninjau.” Pepatah tersebut telah terbukti, keindahan Danau Maninjau tidak bisa dipungkiri begitu saja. Primadona alam Sumatera Barat yang bisa kita nikmati dari sudut mana saja.

Danau Maninjau merupakan danau vulkanik yang terbentuk karena adanya kaldera dari letusan Gunung Sitinjau yang kemudian membentuk danau seluas 112 km diatas ketinggian 461 mdpl. Danau Maninjau, danau terluas ke-2 di Sumatera Barat setelah Danau Singkarak. Uniknya danau yang memiliki kedalaman 105-165 meter ini bisa dinikmati darai sudut mana saja. Adapun sudut tertingginya yaitu di Kelok 44 pada kelok ke 23-30 dan Puncak Lawang.

Danau Maninjau menjadi sumber air bagi Sungai Batang Sri Antokan yang biasa digunakan untuk keperluan sehari-hari bagi masyarakat Minang. Selain memberi kehidupan bagi banyak makhluk, Danau Maninjau juga mempunyai panorama yang sangat mempesona. Dari jauh airnya tampak berwarna kebiruan seperti warna air laut. Keberadaannya yang dikelilingi oleh gunung, perbukitan hijau dan persawahan yang asri membuat setiap mata yang memandang enggan untuk berpaling. Udara yang sejuk, kawasan yang nyaman dan juga penduduk yang ramah akan membuat siapa saja betah untuk berlama-lama di Danau Maninjau.

Selain itu, suasannya yang tenang juga sangat cocok untuk kita mengasingkan diri dari kesibukan kota. Danau Maninjau bisa menjadi pilihan destinasi wisata yang wajib kita kunjungi saat ke Tanah Minang. Itulah mengapa, setiap tahunnya banyak wisatawan yang berbondong-bondong untuk liburan di Danau Maninjau. Memang keindahan alam dan suasana sejuknya tidak ada yang bisa mengalahkan.

Terlebih lagi, kini saat objek wisata yang tidak berbayar ini mulai membenahi fasilitasnya berbagai keperluan wisatawan bisa terpenuhi dengan baik. Berbagai hotel penginapan banyak ditawarkan, masing-masing dengan harga dan fasilitas yang beragam. Kemudian, kita juga bisa membeli berbagai souvenir khas Minang. Ada yang terbuat dari perak maupun songket benang emas. Masing-masing berupa kain tenun, tas, sandal, sepatu dan dompet. Selama di Danau Maninjau, kita pun juga bisa berburu kuliner dan oleh-oleh khas Minang seperti Pensi, Palai Rinuak, Lemang, Teh Talua, Keripik Rinuak dan masih banyak lagi.

 

2. Jembatan Ampera Palembang Sumatera Selatan

Jembatan Ampera merupakan obyek wisata bahari yang memiliki struktur dan keindahan bangunan yang banyak membuat para pengunjung tertarik untuk melihatnya. Obyek wisata ini terletak di daerah Sungai Musi Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan.

Pada tahun 1981 Jembatan Ampera direnovasi karena dikhawatirkan jembatan ini mengalami kerusakan dan ambruk. Renovasi jembatan tersebut mengeluarkan biaya sebesar Rp. 850 juta, sedangkan warna dari Jembatan Ampera telah mengalami 3 kali perubahan mulai dari warna abu-abu, kemudian pada tahun 1992 diubah menjadi warna kuning dan terakhir tahun 2002 menjadi warna merah hingga sekarang.

Diantara jembatan ini yaitu di sebelah hulu dan disebelah hilir, terdapat 4 buah Taman yang letaknya berada di sudut-sudut jembatan biasanya oleh pengunjung digunakan untuk beristirahat sambil menikmati keindahan jembatan.

Sebaiknya bila kita ke Jembatan Ampera kita melakukannya pada malam hari, karena bila hari telah gelap suasana jembatan akan semakin indah dikarenakan adanya nyala lampu yang kerlap kerlip dan berada di sepanjang jembatan. Para pengunjung biasanya tidak akan pernah lupa untuk mengabadikannya pada kamera.

 

3. Istana Maimun Medan Sumatera Utara

Istana Maimun merupakan wisata museum berupa istana Kesultanan Deli yang menjadi  ikon kota Medan, Sumatera Utara. Istana Maimun dibangun pada tahun 1888 dan selesai pada tahun 1891. Istana ini berdiri di wilayah Kota Medan, persisnya di Jl. BrigJen Katamso, Kelurahan Sukaraja Kota Medan Provinsi Sumatera Utara.

Istana ini memiliki panjang 75,50 m dan tinggi bangunan 14,14 meter dan bertingkat dua dengan ditopang oleh tiang yang terbuat dari kayu dan batu.

Foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Istana Maimun mempunyai struktur bangunan campuran antara Eropa, Melayu dan Timur Tengah bila dilihat dari warnanya mayoritas berwarna kuning yang merupakan ciri khas orang melayu. Pengaruh Eropa dapat dilihat dari lampu-lampu Kristal yang terdapat di dalam Istana dan juga pada perabotan kursi, meja dan lemari serta dari struktur pintu dan jendelanya yang tinggi-tinggi, sedangkan pengaruh timur tengahnya terdapat pada bagian atapnya yang melengkung setinggi 5 – 8 meter dan menyerupai perahu terbalik (lengkung Persia).

 

Memasuki Istana lebih dalam lagi kita akan menemukan sebuah ruangan yang cukup luas yaitu sekitar 412 m2. Di ruangan ini memiliki warna mayoritas berwarna kuning, biasanya ruangan ini digunakan oleh sultan untuk menerima kunjungan dari sanak saudara dan keluarganya. Selain itu biasanya ruangan ini juga digunakan pada acara penobatan Sultan dan acara adat lainnya terutama pada hari-hari besar Agama Islam.

Istana-Maimun-Medan-Bagian-Dalam

Di dalam istana ini kita juga dapat melihat beberapa koleksi peninggalan jaman dahulu yang dipajang di ruang pertemuan seperti foto-foto keluarga sultan perabotan rumah tangga zaman kuno dan berbagai jenis senjata khas Medan.

istana-maimun-92

Di depan Istana terdapat sebuah meriam yang dinamakan meriam puntung, meriam ini dipercaya sebagai penjelmaan dari adik Putri Hijau bernama Mambang Khayali, Putri Hijau sendiri adalaha putri dari seorang Raja dari Kerajaan Timur Raya. Perubahan meriam tersebut dikarenakan pada waktu itu terjadi peperangan antara Kerajaan Aceh dengan Kerajaan Timur Raya  akibat dari Raja Timur Raya yang menolak pinangan Raja Aceh terhadap Putri Hijau. Pada peperangan tersebut Meriam Puntung meledak terus menerus tanpa berhenti dan akibat kepanasan meriam tersebut akhirnya meledak dan terbagi menjadi 2 bagian, bagian depan meriam terdapat di daerah Surbakti, dataran tinggi Karo, dekat Kabanjahe. Sementara bagian belakang terlempar ke Labuhan Deli, kemudian dipindahkan ke halaman Istana Maimun.

IMAG1853

 

4. Big Ben Ala Indonesia, Jam Gadang Bukit Tinggi Sumatera Barat

Jam Gadang merupakan salah satu obyek wisata yang bentuknya adalah sebuah jam berukuran besar dan berada pada sebuah bangunan menara. Adapun letak Jam gadang ini tepatnya di tengah-tengah Kota Bukit Tinggi – Provinsi Sumatera Barat.

jam-gadang23

Pada Tahun 1926, Jam Gadang ini pertama kali dibangun oleh Pemerintah Kolonial Belanda sebagai hadiah dari Ratu Belanda kepada Rook Maker yang merupakan sekertaris Fort de Kock (sekarang dinamakan Bukit Tinggi). Dalam pembangunannya jam ini di arsiteki oleh Yazin Sutan Gigi Ameh dan peletakan batu pertamanya dilakukan oleh putra pertama Rook Maker yang pada saat itu masih berusia 6 tahun.

Jam Gadang ini telah mengalami beberapa perubahan yaitu pada bangunan atas menaranya, pertama kali bangunan atasnya berbentuk bulat dengan patung ayam jantan menghadap timur di atasnya, kemudian pada masa penjajahan Jepang berubah kembali menjadi bentuk klenteng, selanjutnya setelah Indonesia Merdeka Menara atas Jam Gadang ini berubah menjadi bentuk Bagonjong atau atap yang merupakan ciri khas Minangkabau, Rumah Gadang.

jam-gadang

Menara Jam Gadang atau yang disebut juga dengan Jam Besar mempunyai bentuk yang sangat unik dan mirip dengan sebuah monumen. Biasanya para pengunjung yang berkunjung ke tempat ini selain melihat keunikan bangunannya juga biasanya pengunjung berniat untuk naik ke atas menara guna melihat keindahan kota bukit tinggi dari ketinggian.

jam-gadang2

jam-gadang-pesona-atas

Perlu diketahui struktur bangunan menara ini tidak menggunakan besi penyangga dan adukan semen, tapi hanya menggunakan bahan kapur, putih telur dan pasir putih, namun jangan meragukan kekokohan bangunannya karena sudah terbukti pada waktu terjadi gempa di daerah ini.

Jam Gadang ini hanya terdapat 2 buah di dunia, salah satunya yaitu di Negara Inggris yang kita kenal dengan menara Big Ben. Bila kita perhatikan Jam ini mempunyai keunikan yaitu pada angka 4 yang tertera pada jam tersebut. Susunan angka pada Jam Gadang ini menggunakan penulisan Angka Romawi, namun pada angka 4 memiliki penulisan IIII bukannya angka IV. Hal ini akan membuat para pengunjung semakin penasaran oleh keanehan penulisan tersebut.

jam-gadang-big-ben

Selain menara, oleh pengelola tempat ini dibuatkan juga sebuah taman di sekeliling menara yang biasanya banyak digunakan oleh pengunjung dan penduduk setempat sebagai tempat beristirahat. Di Taman ini kita akan melihat beberapa atraksi yang menarik dan lucu dari badut-badut yang mondar mandir di taman.

Selain itu terdapat juga pedagang kaki lima dan juga restoran-restoran besar yang berada di luar sekeliling taman. Untuk pengunjung yang ingin berkeliling di sekitar Menara atau berkeliling di Kota Bukit Tinggi telah tersedia jejeran beberapa andong yang siap untuk melayani keinginan kita.

jam_gadang

Pada bagian depan Jam Gadang ini terdapat Istana Presiden yang dikenal dengan nama Istana Bung Hatta, sedangkan di bagian belakang menara terdapat sebuah Pasar Tradisional yang dinamakan Pasar Ateh atau Pasar Atas. Di pasar ini banyak menjual beberapa cinderamata dan makanan tradisional khas Bukit Tinggi.

Dan pada malam hari pesona Jam Gadang akan semakin indah karena, adanya lampu-lampu yang menyala di sekitar menara.

jamgadang_bukittinggi_2341

 



 

5. Taman Bermain Di Atas Bukit, Hill Park Sibolangit Sumatera Utara

Hillpark Sibolangit merupakan wahana bermain yang cukup besar di Medan. Ada rumah kastil, roller soaster, kincir angin raksasa, panggung teater, perahu, komedi putar, ulang alik, kereta, rumah pohon, baling-baling, bom-bom car, teater 4D, dan masih banyak lagi wahana yang tak kalah seru lainnya.

hillpark-sibolangit

Hillpark sangat cocok untuk keluarga Anda, selain tempatnya yang nyaman di sini Anda juga dapat menikmati pemandangan Kota Medan dari bukit Sibolangit.

Dinamakan HillPark karena lokasinya berada di atas bukit di kawasan pegunungan Sibolangit, waktu tempuh dari Medan sekitar 1 jam perjalanan dengan jalannya yang berkelok-kelok. Sepanjang perjalanan Anda akan disuguhi dengan pemandangan indah kota Medan dengan aktifitasnya juga pepohonan hijau yang tumbuh di pinggir jalan. Sangat terasa udara pegunungannya

3

6. Masjid Anti Gempa, Masjid Raya Sumatera Barat

Masjid Raya Sumatra Barat merupakan salah satu masjid terbesar, termegah, termewah dan tahan gempa di Sumatra Barat. Masjid ini berada di persimpanagan Jalan Khatib Sulaiman dan Jalan Ahmad Dahlan. Dibangun pada 21 Desember 2007 dan dalam 4 tahap pembangunan. Berdiri di atas tanah seluas 40.343 meter persegi. Memiliki 3 lantai untuk menampung berbagai aktifitas.

 

Masjid ini mempunyai arsitektur modern yang dipadukan dengan arsitektur Minangkabau karya dari Rizal Muslimin. Atap masjid tidak berkubah seperti bangunan masjid pada umumnya. Atap masjid berbentuk menyerupai rumah gadang. Eksteriornya dipenuhi dengan kaligrafi dan motif songket Minangkabau. Sedangkan, interiornya dipenuhi dengan dinding berukir tulisan Arab. Di dalam masjid yang mampu menampung 5-6 ribu jamaah ini di dalamnya juga terdapat mihrab yang menyerupai Hajar Aswad, di atasnya terukir kalimat Asmaul Husna yang berlapiskan warna emas dengan latar belakang putih.

Masjid Raya terdiri dari 3 lantai yang berbeda fungsinya. Pada lantai dasar dijadikan sebagai ruang pertemuan, ruang penjagaan, ruang pustaka dan instalasi listrik. Pada lantai kedua dijadikan sebagai ruang sholat yang terbagi menjadi 2 berupa ruangan lepas yang kemudian landai ke jalan. Dan pada lantai ketiga dijadikan sebagai ruang sholat juga, namun kini masih dalam tahap pembangunan.

Karena daerah Sumatra berpotensi gempa dan tsunami yang tinggi, Masjid Raya sengaja dibangun dengan kelebihan tahan terhadap gempa 10 SR. Selain itu, Masjid Raya juga dijadikan sebagai shelter lokasi evakuasi tsunami. Meski sudah dibangun cukup lama namun, karena terbatasnya dana pembangunan belum juga selesai. Sampai saat ini, Masjid Raya masih terus digarap. Namun, meski masih dalam tahap pembangunan, pengunjung yang datang sudah cukup banyak. Sepertinya, jika pembangunan telah selesai Masjid Raya akan menjadi ikon wisata religi yang akan menarik minat banyak wisatawan.

 

7. Maldives Ala Indonesia, Pantai Carocok Sumatera Barat

Pantai menjadi salah satu destinasi wisata yang tidak pernah sepi pengunjung. Dimana pun tempatnya, seberat apa pun medan yang harus ditempuh selalu membuat siapa saja bersemangat untuk menaklukkannya. Wisata pantai yang menyajikan pesona panorama bahari dengan udara yang sejuk dan suasana yang tenang. Seperti Pantai Carocok, salah satu pantai cantik yang ada di Sumatera Barat. Pantai Carocok merupakan pantai sunset yang memanjakan wisatawan dengan panorama jingga di atas laut. Pantai ini berada di Kota Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat sekitar 2 km dari Pasar Painan atau sekitar 10 menit perjalanan. Dan dari Padang berjarak 80 km atau sekitar 2 jam perjalanan.

Di pantai yang cantik ini kita bisa menikmati sunset di sore hari sambil memandang lautan biru dengan perbukitan hijau disekitarnya. Udara sejuk khas pantai dengan berbagai pesonanya yang memanjakan setiap mata yang memandang. Lautnya yang jernih juga memancarkan keindahan terumbu karang yang ada di dalamnya. Di kawasan pantai juga terdapat jembatan yang terdapat gazebo yang berdekatan. Sekilas, Pantai Carocok ini hampir mirip dengan Pantai Maldives. Siapa pun akan betah berlama-lama di pantai yang masih menjadi bagian dari Samudera Hindia ini. Berbagai wahana permainan pantai seperti snorkeling, banana boats dan jetski juga bisa kita nikmati dengan tarif yang cukup terjangkau.

Keindahan sunset dari Pantai Carocok sudah terkenal sampai jauh. Bahkan ada wisatawan yang beranggapan bahwa Sunset di Carocok tidak kalah dengan sunset di pantai sunset Bali, Pantai Kuta. Tidak heran jika di pantai ini banyak wisatawan dari berbagai kota bahkan negara. Mereka terkadang sengaja datang hanya untuk menikmati sunset. Kebanyakan wisatawan memilih menghabiskan waktu dengan menjelajahi Pulau Cingkuak dan Pulau Batu Kereta terlebih dahulu. Baru setelah hari hampir petang, mereka kembali ke Pantai Carocok untuk menikmati sunset hingga petang hilang.

 

 

Selamat Berwisata…

 






 

 

Supported by Auto Travel Software
Software Accounting yang dirancang khusus untuk perusahaan Tour & Travel dengan kemampuan dan feature yang memudahkan dalam melaporkan perkembangan bisnis Anda. Juga membantu Anda melakukan pencatatan keuangan dengan mudah, otomatis dan akurat