Home / Indonesia / Candi Agung Amuntai-Menelusuri Jejak Peninggalan Sejarah Hindu Masa Silam

Candi Agung Amuntai-Menelusuri Jejak Peninggalan Sejarah Hindu Masa Silam

Candi – Candi bersejarah tidak hanya terdapat di Pulau Jawa namun di Pulau Kalimantan pun ternyata terdapat juga sebuah Candi yang cukup banyak dikunjungi oleh para wisatawan. Salah satu Candi di Kalimantan yaitu Candi Agung Amuntai yang memiliki nilai sejarah tersendiri dengan struktur bangunan yang agak berbeda dengan candi yang terdapat di Pulau Jawa. Lokasi Candi Agung Amuntai berada di Desa Sungai Malang Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara Provinsi Kalimantan Selatan.

Candi Agung Amuntai dibangun oleh seorang mpu yang berasal dari Majapahit yaitu Mpu Jatmika pada abad XIV Masehi. Candi ini terdapat di kawasan Kerajaan Negaradipa Kahuripan, menurut cerita kerajaan ini berdiri pada tahun 1438 dan terdapat di Persimpangan tiga aliran sungai yaitu sungai Tabalong, Balangan dan Negara. Kerajaan yang merupakan cikal bakal dari kerajaan banjar ini di pimpin oleh Pangeran Suryanata dan Putri Junjung Buih dengan kepala pemerintahan Mangkubumi (Patih) Lambung Mangkurat. Kerajaan ini pun berkembang menjadi sebuah kota yaitu Kota Amuntai.




Situs Candi Agung Amuntai secara resmi dijadikan sebagai obyek wisata peninggalan bersejarah dan purbakala di Kalimantan Selatan pada tahun 1978 melalui Direktorat Sejarah dan Purbakala.

Foto: dauskamal.blogspot.com

Untuk menuju Candi Agung Amuntai dibutuhkan waktu sekitar 4 jam dari Kota Banjarmasin yang berjarak sekitar 190 Km, namun bila dari kota Amuntai hanya berjarak sekitar 1 Km dari arah Barat Daya. Secara keseluruhan Candi ini memiliki luas wilayah sekitar 3 hektar dan bangunan utama candinya memiliki ukuran sekitar 20 X 20M.

Bila kita ke candi ini dengan menggunakan kendaraan pribadi dari Kota Banjarmasin pertama-tama kita ke arah Kota Banjarbaru dengan jarak sekitar 35 Km, berikutnya kita melanjutkan perjalanan ke arah Martapura dengan jarak sekitar 5 Km, kemudian ke daerah Rantau yang berjarak sekitar 73 Km, lalu ke Kandangan dan Barabai dengan menempuh jarak sekitar 60 Km , kemudian kita melanjutkan perjalanan sekitar 30 Km ke arah Kota Amuntai. Dari kota Amuntai kita ke tempat wisata Candi Agung melalui arah barat daya sejauh 1 Km atau menempuh waktu sekitar 15 menit.




Obyek wisata Candi Agung Amuntai dibuka setiap hari mulai dari pukul 08.00 sampai dengan 17.00, untuk masuk ke kawasan ini kita dikenakan biaya tariff masuk sebesar Rp. 4.000,- untuk dewasa dan Rp. 2.000,- untuk anak-anak.

Memasuki kawasan Candi Agung Amuntai dari pintu gerbang kita akan melihat tulisan Candi Agung di atas gerbang tersebut. Di dalam kawasan candi kita akan melihat sisa-sisa bangunan kuno dari masa kerajaan Negaradipa. Candi Agung Amuntai telah berusia cukup lama yaitu sekitar 740 tahun, struktur bangunannya didominasi oleh batu dan kayu. Di candi ini kita juga akan melihat beberapa benda peninggalan bersejarah yang berusia sekitar 200 tahun SM. Batu yang ada di Candi Agung Amuntai bila kita lihat sekilas mirip dengan batu bata merah, namun bila disentuh akan kelihatan perbedaannya, batu yang ada di candi ini lebih berat dan lebih kuat.

Foto: id.wikipedia.org

Obyek wisata ini cukup banyak dikunjungi oleh para wisatawan, tujuan mereka bermacam-macam ada yang sekedar berwisata sejarah dan adapun pengunjung yang sengaja ke tempat ini untuk berziarah, hal ini dikarenakan di kawasan candi ini terdapat sebuah makam kuno yang dipercayai oleh penduduk setempat sebagai makam keramat. Di samping itu di kawasan candi ini juga terdapat sebuah sungai yang oleh penduduk setempat dinamakan telaga darah yang merupakan lokasi pertempuran Patih Lambung Mangkurat dan lokasi dermaga Prabu Prabayaksa.

Barang – barang peninggalan Candi yang selama ini digali oleh para arkeolog, di simpan pada sebuah museum yang terdapat di kawasan candi. Barang-barang tersebut berupa senjata, gerabah dan artefak lainnya.




Selain Candi Agung Amuntai kita juga dapat berkunjung ke obyek wisata candi lainnya yang ada Kalimantan Selatan. Candi yang merupakan peninggalan Kerajaan Hindu Syiwa tersebut bernama Candi Laras yang berjarak sekitar 30 Km dari Kota Rantau ibukota Kabupaten Patin.

 

 

 

Supported by Auto Travel Software
Software Accounting yang dirancang khusus untuk perusahaan Tour & Travel dengan kemampuan dan feature yang memudahkan dalam melaporkan perkembangan bisnis Anda. Juga membantu Anda melakukan pencatatan keuangan dengan mudah, otomatis dan akurat