Home / Indonesia / Danau Maninjau Sumatera Barat-Keindahan Primadona Tanah Minangkabau

Danau Maninjau Sumatera Barat-Keindahan Primadona Tanah Minangkabau

Sumatera memiliki destinasi wisata yang tidak pernah menjemukan untuk dibahas. Banyak destinasi yang bisa menjadi pertimbangan untuk liburan. Pantai-pantai cantik, lembah hijau, gunung tinggi, perbukitan yang asri hingga danau luas yang menawan. Semua destinasi wisata seolah mengundang kita untuk menginjakkan kaki di Pulau Sumatera. Salah satu dari destinasi yang ada, kali ini kita akan mengulas destinasi wisata menarik yaitu Danau Maninjau.

 

Ada pepatah mengatakan “Jika makan pinang, makanlah sirih hijau. Jangan ke Ranah Minang, kalau tak mampir ke Maninjau.” Pepatah tersebut telah terbukti, keindahan Danau Maninjau tidak bisa dipungkiri begitu saja. Primadona alam Sumatera Barat yang bisa kita nikmati dari sudut mana saja.

Danau Maninjau merupakan danau vulkanik yang terbentuk karena adanya kaldera dari letusan Gunung Sitinjau yang kemudian membentuk danau seluas 112 km diatas ketinggian 461 mdpl. Danau Maninjau, danau terluas ke-2 di Sumatera Barat setelah Danau Singkarak. Uniknya danau yang memiliki kedalaman 105-165 meter ini bisa dinikmati darai sudut mana saja. Adapun sudut tertingginya yaitu di Kelok 44 pada kelok ke 23-30 dan Puncak Lawang.

Danau Maninjau menjadi sumber air bagi Sungai Batang Sri Antokan yang biasa digunakan untuk keperluan sehari-hari bagi masyarakat Minang. Selain memberi kehidupan bagi banyak makhluk, Danau Maninjau juga mempunyai panorama yang sangat mempesona. Dari jauh airnya tampak berwarna kebiruan seperti warna air laut. Keberadaannya yang dikelilingi oleh gunung, perbukitan hijau dan persawahan yang asri membuat setiap mata yang memandang enggan untuk berpaling. Udara yang sejuk, kawasan yang nyaman dan juga penduduk yang ramah akan membuat siapa saja betah untuk berlama-lama di Danau Maninjau.

Selain itu, suasannya yang tenang juga sangat cocok untuk kita mengasingkan diri dari kesibukan kota. Danau Maninjau bisa menjadi pilihan destinasi wisata yang wajib kita kunjungi saat ke Tanah Minang. Itulah mengapa, setiap tahunnya banyak wisatawan yang berbondong-bondong untuk liburan di Danau Maninjau. Memang keindahan alam dan suasana sejuknya tidak ada yang bisa mengalahkan.

Terlebih lagi, kini saat objek wisata yang tidak berbayar ini mulai membenahi fasilitasnya berbagai keperluan wisatawan bisa terpenuhi dengan baik. Berbagai hotel penginapan banyak ditawarkan, masing-masing dengan harga dan fasilitas yang beragam. Kemudian, kita juga bisa membeli berbagai souvenir khas Minang. Ada yang terbuat dari perak maupun songket benang emas. Masing-masing berupa kain tenun, tas, sandal, sepatu dan dompet. Selama di Danau Maninjau, kita pun juga bisa berburu kuliner dan oleh-oleh khas Minang seperti Pensi, Palai Rinuak, Lemang, Teh Talua, Keripik Rinuak dan masih banyak lagi.

Adapun untuk sampai di Danau Maninjau, kita bisa menempuhnya dari Padang sejauh 111 km. Dari Bukittinggi sekitar 45 km dan dari Lubuk Basung sekitar 15 km. Alangkah baiknya, kita menempuh dari Bukittinggi. Karena dalam perjalanan kita akan melewati Kelok 44, dimana kita dapat melihat panorama Danau maninjau dari berbagai sudut. Banyak titik sempurna yang menyajikan panorama indah Danau Maninjau.

Kelok 44 merupakan jalur berkelok menuruni bukit dari Bukittinggi menuju Danau Maninjau. Dinamakan Kelok 44 karena memang kelokannya berjumlah 44, di setiap kelokannya terdapat papan keterangan yang menjelaskan kita berada pada kelok 44 sampai pada kelok 1. Saat kita menuruni Kelok 44, kita akan menemukan titik pandang Danau Maninjau yang sempurna yaitu pada kelok 23-30 dan Puncak Lawang pada kelok 1. Kita bisa melihat luasnya danau secara keseluruhan dengan panorama alam disekitarnya. Jika cuaca mendukung, sesekali kita bisa melihat gumpalan awan dan kabut yang menyelimuti Danau Maninjau.

 

Fasilitas: hotel penginapan, restoran, souvenir, area parkir.

 

HTM: Gratis

 

Lokasi: Danau Maninjau

Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia

Rute:

-Dari Lubuk Basung (27 menit)>Jl. Linduang Bulan>Jl. Gajah Mada>Jl. Maninjau – Lubuk Basung>Danau Maninjau.

-Dari Bukittinggi (45 km, 1 jam 30 menit)>Jl. By Pass>Jl. Ipuh Mandiangin>Jl. Mandiangin>Jl. Prof. Bahder Johan>Jl. Raya Lintas Barat Sumatera/Jl. Veteran>Jl. Dr. Abdul Rivai>Jl. Binuang>Jl. Padang Lua-Maninjau>Jl. Maninjau – Lubuk Basung>Danau Maninjau.

-Dari Padang (111 km, 2 jam 50 menit)>Jl. Piai Tanah Sirah Nan>Jl. Tanah>Jl. Padang – Solok>Jl. Raya Lintas Barat Sumatera>Jl. Akses Bandara>Jl. Olo Bangau>Jl. Korong Pauh – Ketaping>Jl. Batang Anai>Jl. Ketaping>Jl. Syekh Burhanuddin>Jl. SM. Abidin>Jl. Tugu Perjuangan>Jl. Diponegoro>Jl. Wr. Supratman>Jl. Siti Manggopoh Manggung>Jl. Prof. Dr. Hamka Padang Birik>Jalan Raya Sungai Limau>Jl. Lintas Sungai Geringging>Jl. Linduang Bulan>Jl. Gajah Mada>Jl. Maninjau – Lubuk Basung>Danau Maninjau.

 

Tips Saat Berwisata ke Danau Maninjau:

-Bawa uang tunai yang cukup.

-Bawa perlengkapan yang cukup.

-Pakai pakaian yang sopan dan santun.

-Tidak ada kendaraan umum yang melintas. Sebaiknya membawa kendaraan pribadi maupun menyewa kendaraan untuk memperlancar perjalanan.

 

Selamat Berwisata…

 

Supported by Auto Travel Software
Software Accounting yang dirancang khusus untuk perusahaan Tour & Travel dengan kemampuan dan feature yang memudahkan dalam melaporkan perkembangan bisnis Anda. Juga membantu Anda melakukan pencatatan keuangan dengan mudah, otomatis dan akurat