Home / Tempat Wisata / JAM GADANG, BIG BEN-NYA INDONESIA

JAM GADANG, BIG BEN-NYA INDONESIA

Jam Gadang merupakan salah satu obyek wisata yang bentuknya adalah sebuah jam berukuran besar dan berada pada sebuah bangunan menara. Adapun letak Jam gadang ini tepatnya di tengah-tengah Kota Bukit Tinggi – Provinsi Sumatera Barat.

jam-gadang23

Pada Tahun 1926, Jam Gadang ini pertama kali dibangun oleh Pemerintah Kolonial Belanda sebagai hadiah dari Ratu Belanda kepada Rook Maker yang merupakan sekertaris Fort de Kock (sekarang dinamakan Bukit Tinggi). Dalam pembangunannya jam ini di arsiteki oleh Yazin Sutan Gigi Ameh dan peletakan batu pertamanya dilakukan oleh putra pertama Rook Maker yang pada saat itu masih berusia 6 tahun.

Jam Gadang ini telah mengalami beberapa perubahan yaitu pada bangunan atas menaranya, pertama kali bangunan atasnya berbentuk bulat dengan patung ayam jantan menghadap timur di atasnya, kemudian pada masa penjajahan Jepang berubah kembali menjadi bentuk klenteng, selanjutnya setelah Indonesia Merdeka Menara atas Jam Gadang ini berubah menjadi bentuk Bagonjong atau atap yang merupakan ciri khas Minangkabau, Rumah Gadang.

jam-gadang-tempo-dulu

Jam Gadang ini memiliki luas menara sekitar 13 x 4 meter, dengan tinggi 26 meter yang terdiri dari beberapa tingkat. Untuk tingkat teratas di simpan bandul untuk menjalankan jam, sedangkan jamnya sendiri di bawah oleh Ratu Belanda dari Rotterdam – Belanda melalui pelabuhan Teluk Bayur dan terdiri dari 4 buah yang berdiamater 80 cm dan masing-masing ditempel pada sisi bagian atas menara.

jam-gadang

Untuk ke obyek wisata Jam Gadang diperlukan waktu sekitar 2 jam perjalanan dari Kota Padang dengan jarak sekitar 92 Km.

Bila kita ingin ke tempat wisata ini, kita dapat menggunakan beberapa alternatif. Alternatif pertama yaitu dengan menggunakan taksi dari Bandara Internasional Minangkabau dengan tarif sebesar Rp. 150.000,- sampai dengan Rp. 200.000,-.

Alternatif ke dua yaitu dengan menggunakan Tranex, yaitu mobil ELF yang dijadikan angkutan umum. Dari Bandara Internasional Minangkabau kita naik damri terlebih dahulu menuju  Kota Padang, selanjutnya barulah kita naik Tranex yang berada di Ulak Karang (dekat Kampus Bung Hatta – Padang) menuju Bukit Tinggi. Adapun biaya Tranex tersebut sebesar Rp. 16.000,- per orang.

Alternarif ketiga yaitu dengan menggunakan Travel, biasanya mereka menggunakan mobil Panther, Zenia, APV dan lainnya, di Bandara cukup banyak penyewaan travel. Untuk biaya travel ini dikenakan tarif sebesar Rp. 50.000,- per orang.

Menara Jam Gadang atau yang disebut juga dengan Jam Besar mempunyai bentuk yang sangat unik dan mirip dengan sebuah monumen. Biasanya para pengunjung yang berkunjung ke tempat ini selain melihat keunikan bangunannya juga biasanya pengunjung berniat untuk naik ke atas menara guna melihat keindahan kota bukit tinggi dari ketinggian.

jam-gadang2

jam-gadang-pesona-atas

Perlu diketahui struktur bangunan menara ini tidak menggunakan besi penyangga dan adukan semen, tapi hanya menggunakan bahan kapur, putih telur dan pasir putih, namun jangan meragukan kekokohan bangunannya karena sudah terbukti pada waktu terjadi gempa di daerah ini.

Jam Gadang ini hanya terdapat 2 buah di dunia, salah satunya yaitu di Negara Inggris yang kita kenal dengan menara Big Ben. Bila kita perhatikan Jam ini mempunyai keunikan yaitu pada angka 4 yang tertera pada jam tersebut. Susunan angka pada Jam Gadang ini menggunakan penulisan Angka Romawi, namun pada angka 4 memiliki penulisan IIII bukannya angka IV. Hal ini akan membuat para pengunjung semakin penasaran oleh keanehan penulisan tersebut.

jam-gadang-big-ben

Selain menara, oleh pengelola tempat ini dibuatkan juga sebuah taman di sekeliling menara yang biasanya banyak digunakan oleh pengunjung dan penduduk setempat sebagai tempat beristirahat. Di Taman ini kita akan melihat beberapa atraksi yang menarik dan lucu dari badut-badut yang mondar mandir di taman.

Selain itu terdapat juga pedagang kaki lima dan juga restoran-restoran besar yang berada di luar sekeliling taman. Untuk pengunjung yang ingin berkeliling di sekitar Menara atau berkeliling di Kota Bukit Tinggi telah tersedia jejeran beberapa andong yang siap untuk melayani keinginan kita.

jam_gadang

Pada bagian depan Jam Gadang ini terdapat Istana Presiden yang dikenal dengan nama Istana Bung Hatta, sedangkan di bagian belakang menara terdapat sebuah Pasar Tradisional yang dinamakan Pasar Ateh atau Pasar Atas. Di pasar ini banyak menjual beberapa cinderamata dan makanan tradisional khas Bukit Tinggi.

Dan pada malam hari pesona Jam Gadang akan semakin indah karena, adanya lampu-lampu yang menyala di sekitar menara.

jamgadang_bukittinggi_2341

Setelah puas menikmati keindahan dan keunikan Jam Gadang kita dapat mengunjungi obyek wisata lain yang juga berada di dalam Kota Bukit Tinggi, yaitu obyek wisata Ngarai Sianok di kawasan panorama sekitar 1 Km dari Jam Gadang.

Foto: saribundo.biz

Foto: saribundo.biz

 

 

Support by Auto Travel Software. Adalah Software Accounting yang dirancang khusus untuk perusahaan Tour&Travel dengan kemampuan dan feature yang memudahkan dalam melaporkan perkembangan bisnis Anda. Dan juga membantu Anda melakukan pencatatan keuangan dengan mudah, otomatis dan akurat.