Home / Jawa / DIY Yogyakarta / Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat-Menelusuri Kehidupan Keraton Jogja yang Masih Lestari

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat-Menelusuri Kehidupan Keraton Jogja yang Masih Lestari

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat merupakan salah satu istana peninggalan keraton yang masih lestari hingga saat ini. Bangunannya masih tradisional dengan mengusung arsitektur khas Jawa. Di kawasan Keraton terdapat berbagai bangunan dengan fungsi yang berbeda. Ada beberapa sudut yang masih dijadikan sebagai kompleks permukiman keluarga sultan. Tidak hanya keturunannya yang masih menetap namun juga warisan budayanya masih dilestarikan. Pada waktu-waktu tertentu di kawasan Keraton Ngayogyakarta sering diadakan berbagai upacara-upacara adat keraton.

Seperti bangunan Jawa pada umumnya, keraton ini dominan dengan bentuk bangunan berupa atap joglo. Kawasannya dikelilingi benteng. Setiap bangunan mempunyai banyak tiang penyanggga atau dalam Bahasa Jawa disebut soko. Pemisah ruangan satu dengan yang lain diberi semacam sekat atau dalam Bahasa Jawa sering disebut dengan rono. Disetiap bangunannya penuh dengan ukiran Jawa yang khas. Halaman istana berupa pasir yang diusung dari Pantai Selatan. Disekitar halaman terdapat berbagai pohon yang tumbuh mengayomi halaman dari teriknya matahari.

Konon, keraton ini luasnya hingga mencakup wilayah Surakarta. Kemudian terjadi perpecahan, dan dengan adannya Perjanjian Giyanti pada tahun 1755 wilayah tersebut dibelah menjadi 2 yaitu wilayah selatan sebagai Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan wilayah utara sebagai Keraton Surakarta Hadiningrat. Meski terbelah namun, tali persaudaraan diantara keduanya masih terjaga dengan baik. Hingga kini jika salah satu mempunyai event besar, maka mereka saling bahu-membahu.

Begitu memasuki kawasan Keraton Jogja kita akan disambut oleh bangunan-bangunan Jawa sangat beragam. Bangunan-bangunan tersebut terbagi menjadi beberapa kompleks seperti kompleks depan, kompleks inti dan kompleks belakang.

Pada kompleks depan terdapat gerbang utama, alun-alun berupa lapangan luas dan Masjid Gede Kasultanan. Pada kompleks inti terdapat bangsal; tempat pengadaan acara, siti hinggil ler; tempat pengadaan upacara, kamandhungan lor; halaman istana, sri manganti, kedhaton, kamagangan, kamandhungan kidul dan siti hinggil kidul. Dan pada kompleks belakang terdapat alun-alun kidul dan plengkung nirbaya. Selain itu juga terdapat kompleks lain seperti pracimosono; keraton bagi prajurit, roto wijayan; garasi/rumah bagi kereta kuda, tamanan; masjid keluarga, taman sari; taman air/tempat rekreasi keluarga istana, kadipaten; istana putra mahkota, benteng baluwerti; tembok yang mengelilingi kawasan istana, tugu golong gilig; penanda batas utara kota tua Yogyakarta, panggung krapyak; panggung cagar budaya, kepatihan; kantor pemerintahan istana, pathok negoro; penanda batas ibukota dan beringharjo; sentral perekonomian berupa pasar induk.

Selain bisa melihat berbagai bangunan kuno yang identik dengan ukiran Jawa yang khas. Kita juga bisa melihat berbagai koleksi milik kesultanan seperti perhiasan, benda sejarah, replika pusaka dan gamelan. Suasana tenang dan udara yang sejuk juga akan membuat setiap wisatawan akan betah berlama-lama menjajaki setiap sudut istana. Kita bisa mendapat berbagai wawasan baru sambil bernostalgia dengan peradaban keraton. Pada jam-jam tertentu kita juga bisa menyaksikan pertunjukan-pertunjukan khas keraton berupa tarian yang diiringi gamelan.

Sebagai tempat yang bersejarah, Keraton Jogja kini semakin diminati banyak wisatawan. Kelestarian budayanya mampu menjadi magnet yang sangat kuat bagi wisatawan. Tak heran jika setiap harinya keraton ini selalu ramai pengunjung. Terlebih lagi jika sedang ada perayaan atau upacara tradisi wisatawan dari berbagai penjuru akan membanjiri kawasan keraton. Tidak hanya pengunjung lokal bahkan pengunjung asing pun juga banyak yang berdatangan.

 

Lokasi: Istana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Jalan Rotowijayan Blok No. 1, Panembahan, Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia

 

Rute:

-Dari Semarang dan Wonosobo>Ungaran>Ambarawa>Magelang>Jl. Raya Magelang-Jogja>Terminal Jombor>Jl. Diponegoro>Jl. Mangkubumi>Jl. Malioboro>Jl. Ahmad Yani>Jl. Senopati>Jl. Brigjend Katamso>Jl. Ibu Roswo>Jl. William>Jl. Kesatriyan>Keraton Jogja.

-Dari Solo, Klaten dan Kebumen>Jl. Raya Magelang-Jogja>Terminal Jombor>Jl. Diponegoro>Jl. Mangkubumi>Jl. Malioboro>Jl. Ahmad Yani>Jl. Senopati>Jl. Brigjend Katamso>Jl. Ibu Roswo>Jl. William>Jl. Kesatriyan>Keraton Jogja.

 

Tips Saat Berwisata Keraton Jogja:

-Jaga kebersihan.

-Patuhi peraturan yang berlaku.

-Bersikap santun dan menjaga etika.

-Menghormati dan menghargai  jika sedang berlangsung upacara tradisi.

 

Selamat Berwisata…

 

 

Supported by Auto Travel Software
Software Accounting yang dirancang khusus untuk perusahaan Tour & Travel dengan kemampuan dan feature yang memudahkan dalam melaporkan perkembangan bisnis Anda. Juga membantu Anda melakukan pencatatan keuangan dengan mudah, otomatis dan akurat