Home / Indonesia / Masjid Kubah Biru, Masjid Agung Baitul Hakim-MADIUN

Masjid Kubah Biru, Masjid Agung Baitul Hakim-MADIUN

Masjid sudah tidak asing lagi di Indonesia. Rumah ibadah bagi umat Islam ini semakin berkembangnya teknologi juga semakin diperbarui dengan bangunan modern yang unik dan menarik. Kini, masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah namun, juga sebagai wisata religi untuk menimba banyak ilmu dan wawasan Islami. Selain itu ciri khas yang menonjol juga mampu menjadi daya tarik pengunjung seperti ciri khas Masjid Kubah Biru atau Masjid Agung Baitul Hakim yang ada di Madiun.

Masjid Agung Baitul Hakim merupakan masjid termegah, terbesar dan tertua di Madiun. Dibangun pada masa kolonial Belanda tahun 1830 pada masa pemerintahan Ronggo Jumeno. Menggunakan arsitektur bergaya Jawa yang identik dengan tiang penyangga dari kayu. Sebelum direnovasi masjid ini mempunyai 12 tiang penyangga yang miring. Uniknya meski tiang penyangganya miring namun, bangunan masjid tetap berdiri kokoh.

Masjid yang dominan dengan warna biru berbalut keemasan ini sudah direnovasi sebanyak 2 kali. Pada renovasi pertama tahun 2002, dilakukan pemasangan tiang seribu namun, tidak menghilangkan tiang kayu yang lama. Kemudian renovasi yang kedua pada tahun 2011 dengan memperluas serambi, membangun kubah biru dan menara. Dari setiap renovasi, desain dan ornamennya juga diperbarui. Arsitektur yang awalnya bergaya Jawa kini, mulai ditambah dengan gaya Arab dan Eropa. Hampir sama dengan gaya Mediterania.

Masjid yang dijuluki Masjid Kubah Biru ini mempunyai kubah sebanyak 5 buah. 1 kubah di tengah merupakan kubah terbesar. 3 kubah kecil dengan ukuran yang sama berada di depan kubah besar. Dan 1 kubah di sebelah selatan, agak terpisah jauh dari keempat kubah lainnya. Masing-masing kubah berwarna biru dan memiliki corak yang sama. Sehingga, saat kita memandangnya terlihat sangat serasi.

Memasuki bagian dalam masjid, kita akan dimanjakan oleh guratan tulisan Arab yang maknanya menyentuh kalbu. Banyak tiang penyanggga yang ada di setiap sudut. Bersih dan terawat karena penjagaan yang baik oleh pihak setempat. Suasana hening dan adem akan membuat siapa saja enggan untuk berlalu dari tempat suci ini. Lokasinya strategis, berada di sebelah barat Alun-Alun Madiun yang mudah dijangkau dari arah mana saja.

Masjid Agung Baitul Hakim terdiri dari 2 lantai untuk menampung jamaah laki-laki dan perempuan. Di dalamnya terdapat berbagai fasilitas pendukung juga terdapat kantor dan ruang sekretariat. Masjid ini setiap harinya digunakan untuk melakukan ibadah masyarakat setempat maupun wisatawan yang singgah untuk beribadah. Dan pada hari-hari tertentu juga digunakan untuk kajian Islam dan penyelenggaraan acara-acara peringatan hari besar Islam.

 

 

Lokasi: Masjid Agung Baitul Hakim

Jalan Alon-Alon Barat, Pangongangan, Mangu Harjo, Pangongangan, Madiun, Kota Madiun, Jawa Timur 63121, Indonesia

 

 

Selamat bertamu…

 

 

 

Supported by Auto Travel Software
Software Accounting yang dirancang khusus untuk perusahaan Tour & Travel dengan kemampuan dan feature yang memudahkan dalam melaporkan perkembangan bisnis Anda. Juga membantu Anda melakukan pencatatan keuangan dengan mudah, otomatis dan akurat