Home / Indonesia / Museum Gula Gondang Winangoen Klaten-Menengok Perjalanan Tebu Hingga Menjadi Gula

Museum Gula Gondang Winangoen Klaten-Menengok Perjalanan Tebu Hingga Menjadi Gula

Setiap hari kita tidak pernah bisa lepas dari gula, salah satunya adalah gula pasir. Entah untuk penambah rasa minuman maupun makanan. Yang paling sering mungkin teh manis. Pernahkan Anda berfikir bagaimana gula bisa tercipta? Dari mana asal gula? Kenapa gula rasanya manis? Di Museum Gula Gondang Winangoen semua pertanyaan Anda akan terjawab secara rinci dengan bukti-buktinya.



Museum Gula Gondang Winangoen merupakan salah satu museum gula yang berada di Jawa Tengah tepatnya di Desa Gondang Baru, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten. Museum tersebut berada satu kompleks dengan Pabrik Gula Gondang Baru. Selain bisa melihat sejarah dan perkembangan dunia gula, kita juga bisa sekaligus melihat proses pembuatan gula dari bahan awal berupa tebu hingga menjadi butiran-butiran manis yang kita sebut dengan gula.

Museum Gula Klaten berdiri diatas tanah seluas sekitar 1.200 meter persegi. Diresmikan pada 22 Agustus 1982 dan masih berdiri hingga saat ini dengan beragam ilmu pengetahuan mengenai gula dari penanaman tebu, proses pembuatan gula hingga limbah tebu. Semua terpapar dengan jelas di dalam koleksi Museum Gula.

Begitu memasuki museum kita akan disambut dengan gaya bangunan klasik khas Jawa Tengah. Terdapat ruang pameran tetap, perpustakaan, laboratorium, mushola dan auditorium. Memasuki ruang pameran tetap, kita bisa melihat berbagai koleksi peralatan tradisional yang digunakan untuk mengolah tebu menjadi gula. Ada alat penanaman bibit tebu, alat perawatan tanaman tebu dan peralatan pabrik gula. Semua peralatan dominan dengan bahan kayu kuno dan besi yang dirangkai sesuai dengan pemikiran manusia pada saat itu.

Di dalam Museum Gula kita juga bisa mengetahui jenis-jenis tebu yang ada di Jawa Tengah khususnya. Mengetahui peta perkebunan tebu dan pabrik tebu yang ada di Jawa Tengah. Juga mengetahui berbagai macam hama tanaman tebu yang sering menyerang. Tak ketinggalan juga segala peralatan perkebunan tebu yang pernah digunakan pada zaman dahulu.




Tidak hanya bukti peralatan tradisional yang ada, kita juga bisa melihat berbagai dokumentasi seperti foto pabrik lama, foto upacara penggilingan gula yang pertama, dan foto sejarah perkembangan dunia gula. Selain itu, kita juga bisa melihat maket pabrik gula dan berbagai produk gula yang dipamerkan dari gula pasir, tetes tebu hingga ampas tebu yang tersisa dari penggilingan.

Beralih menuju pabrik penggilingan tebu, kita akan menemukan berbagai aktifitas penggilingan. Terlihat lalu lalang lokomotif pengangkut tebu dan juga lalu lalang pekerja pabrik. Di bagian belakang kita akan menemukan perkebunan tebu yang sangat luas. Pemandangan alam yang indah pun juga tidak mau ketinggalan untuk menyapa kita. Dengan naik lokomotif, kita juga bisa mengelilingi kawasan pabrik hingga kebun dengan leluasa, cukup dengan membayar Rp7.500,- per orang.

Setelah puas menjelajahi setiap sudut museum dan pabrik gula, kita bisa bersantai sambil menikmati berbagai makanan dan minuman di restoran yang berda di sekitar. Atau kita juga bisa menantang adrenalin kita dengan kegiatan outbound.

Untuk sampai di Museum Gula Gondang Winangoen, kita bisa menempuhnya dari Klaten ke arah barat sekita 4,5 km. Berangkat dari

 

 

Lokasi: Museum Gula Gondang Winangoen (Pabrik Gula Gondang Baru Klaten)

Jl. Raya Solo KM.25, Plawikan, Jogonalan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah 57452, Indonesia

Jam Buka: 08.00-15.00

HTM pada Juli 2017:

Rp5.000,-

Lokomotif Rp7.500,-

 




 

Supported by Auto Travel Software
Software Accounting yang dirancang khusus untuk perusahaan Tour & Travel dengan kemampuan dan feature yang memudahkan dalam melaporkan perkembangan bisnis Anda. Juga membantu Anda melakukan pencatatan keuangan dengan mudah, otomatis dan akurat