Home / Jawa / DIY Yogyakarta / Puncak Suroloyo Kulon Progo-Menyatu Dengan Alam Bak Negeri Di Atas Awan
Foto: paketwisatadijogja.com

Puncak Suroloyo Kulon Progo-Menyatu Dengan Alam Bak Negeri Di Atas Awan

Puncak Suroloyo merupakan daerah wisata yang sarat akan keberadaan mitos, dan memiliki pemandangan yang indah dengan pandangan yang luas bak seperti kita berada di atas langit. Tempat wisata ini berada di daerah Dusun Keceme – Gerbosari, Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulon Progo Provinsi Daerah Istimewa Jogyakarta.

Foto: paketwisatadijogja.com

Menurut cerita, Puncak Suroloyo ini dahulu merupakan sebuah tempat pertapaan para tokoh-tokoh pembesar Kerajaan Mataram, tokoh yang paling terkenal adalah Raden Mas Rangsang yang kemudian bergelar Sultan Agung Hanyokrokusumo yang bertapa untuk menjalankan wangsit yang datang padanya.



Dalam kitab Cabolek karya Ngabehi Yosodipuro yang ditulis pada abad 18, Sultan Agung mendapat dua wangsit, pertama bahwa ia akan menjadi penguasa tanah Jawa sehingga mendorongnya berjalan ke arah barat Kotagede hingga sampai di Pegunungan Menoreh, kedua bahwa ia harus melakukan tapa kesatria agar bisa menjadi penguasa. Raden Mas Rangsang diharuskan berjalan kaki dari keraton wilayah Kota Gede Kota Jogyakarta ke arah barat, dalam perjalanan Raden Mas Rangsang jatuh pingsan dan bermimpi agar melakukan tapa di tempat tersebut. Tempat inilah yang kemudian disebut Puncak Suroloyo.

Foto: pakettourjogja.com

Saat ini oleh Pemerintah Daerah setempat menjadikan kawasan ini menjadi salah satu kawasan wisata alam pegunungan di bagian barat DI Jogyakarta, obyek wisata ini cukup banyak diminati oleh wisatawan.

Untuk menuju ke tempat wisata ini dibutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan dari Kota Jogyakarta yang berjarak sekitar 45 Km. Puncak Suroloyo yang merupakan bukit tertinggi di pegunungan Menoreh berada di ketinggian 1.091 meter di atas permukaan laut.

Foto: marikitadolan.wordpress.com

Bila kita ingin ke tempat wisata ini hanya dapat menggunakan kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat, hal ini dikarenakan untuk menuju Puncak Suroloyo tidak ada angkutan umum ke daerah tersebut. Jalan menuju ke tempat wisata ini menanjak dengan tikungan jalan yang tajam, jalannya pun cukup sempit sehingga kita perlu berhati-hati selama dalam perjalanan. Dari Kota Jogyakarta kita mengikuti rute dari arah Jl. Godean – Kenteng – Nanggulan – Kalibawang – Suroloyo, sedangkan bila kita dari Kota Magelang rute yang diambil adalah Magelang – Muntilan – Jalan Wates – Kalibawang – Suroloyo. Jangan lupa untuk mengecek kondisi kendaraan sebelum berangkat dikarenakan selama perjalanan jarang kita temui bengkel kendaraan bermotor.

Foto: anishidayah.com

Untuk masuk ke gerbang Wisata Suroloyo kita dikenakan biaya retribusi sebesar Rp. 2.500,- per orang.

Untuk ke Puncak Suroloyo kita harus menaiki tangga yang terbuat dari semen sebanyak 286 anak tangga. Mendekati Puncak kita akan melihat tiga buah gardu pemantauan yang juga dikenal dengan istilah pertapaan. Pertapaan yang pertama bernama Pertamaan Suroloyo, Pertapaan ini diantara yng lainnya merupakan pertapaan yang cukup terkenal, disinilah tempat bertapanya Raden Mas Rangsang dalam menerima wangsit. Pertapaan ini berbentuk tanah datar dengan ukuran 7 x 15 meter persegi. Dari tempat ini kita akan melihat pemandangan Kota Magelang dan Candi Borobudur di sisi utara, sedangkan pada sisi tenggara kita akan melihat lanskap Kota Jogyakarta dan Candi Prambanan selain itu dari sisi timur kita akan melihat Puncak Merapi dan Merbabu yang diselebungi oleh awan putih.




Pertapaan yang kedua yaitu Pertapaan Sariloyo, dengan jarak sekitar 200 meter sebelah barat Suroloyo. Menuju ke pertapaan ini kita akan melewati tanah datar yang disebut Tegak Kepanasan, di sini kita akan melihat Tugu setinggi 1 meter yang merupakan pembatas wilayah antara Di Jogyakarta dengan Provinsi Jawa Tengah. Sesampai di Pertapaan Sariloyo kita dapat menikmati pemandangan alam berupa lanskap Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro yang berada di daerah Jawa Tengah. Pertapaan yang ketiga atau yang terakhir yaitu Pertapaan Kaendran, lokasinya berada sekitar 250 meter dari Sariloyo. Dari tempat ini kita akan melihat wilayah Kulon Progo hingga ke pantai Selatan, di kejauhan terbentang pesisir Samudera Indonesia dengan pemandangan alam yang indah.

Selain ketiga Pertapaan ini di Puncak Suroloyo ini juga diyakini oleh penduduk setempat sebagai Kiblat Pancering Bumi (pusat dari empat penjuru bumi) di tanah Jawa. Masyarakat setempat percaya bahwa puncak ini adalah pertemuan dua garis yang ditarik dari utara ke selatan dan dari arah barat ke timur Pulau Jawa.

Di kawasan Suroloyo ini terdapat juga tempat yang dipercaya sebagai tempat suci yaitu Sendang Kadiwatan dan Sendang Kawidodaren, disini juga diyakini sebagai tempat mandi para dewa dan bidadari oleh penduduk setempat.

Di tempat ini juga sering diadakan acara adat berupa arak-arakan upacara Jamasan (memandikan) pusaka Tombak Kyai Manggolo Murti dan songsong Kyai Manggolo Dewo di Sendang Kawidoderan yang terletak sekitar 300 meter dari selatan puncak Suroloyo.

Berada di tempat ini merupakan pengalaman yang tidak akan pernah kita lupakan, selain wisata alamnya sejarah tempatnya pun sangat berharga bagi kita. Selepas dari sini kita dapat melanjutkan perjalanan ke obyek wisata lain yaitu  Pantai Glagah  yang berada di sekitar Kota Jember.






 

Lokasi:

Puncak Suroloyo, perbukitan Menoreh Yogyakarta

Dusun Keceme – Gerbosari, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Jogyakarta.

 

Rute:

-Dari Jogyakarta>Jl. Godean>Kenteng>Nanggulan>Kalibawang>Suroloyo.

-Dari Magelang>Muntilan>Jalan Wates>Kalibawang>Suroloyo.

 

 

 

Supported by Auto Travel Software
Software Accounting yang dirancang khusus untuk perusahaan Tour & Travel dengan kemampuan dan feature yang memudahkan dalam melaporkan perkembangan bisnis Anda. Juga membantu Anda melakukan pencatatan keuangan dengan mudah, otomatis dan akurat