Home / Bengkulu / Rumah Kediaman Bung Karno Bengkulu-Menelisik Jejak Sang Proklamator di Rumah Pengasingan Bengkulu

Rumah Kediaman Bung Karno Bengkulu-Menelisik Jejak Sang Proklamator di Rumah Pengasingan Bengkulu

Bengkulu merupakan salah salah satu provinsi di Indonesia yang berada di sebelah barat daya Pulau Sumatera. Seperti kota-kota lainnya, BengkuluĀ  juga mempunyai potensi wisata yang patut diacungi jempol. Baik wisata alam maupun wisata sejarahnya mampu membuat setiap wisatawan terkagum-kagum dengannya. Seperti Rumah Pengangsingan Bung Karno yang berada di tengah Kota Bengkulu tepatnya di jalan Sukarno Hatta Kelurahan Anggut Atas Kecamatan Gading Cempaka.

Sebelum diasingkan ke Bengkulu, selama 4 tahun terhitung sejak 14 Januari 1934 Ir. Soekarno diasingkan ke Ende Flores, Nusa Tenggara Timur. Seperti yang ada di Bengkulu, ruamah pengangsingan yang ada di Flores tersebut kemudian juga dijadikan sebagai situs bersejarah. Alasan Belanda mengasingkan Ir. Soekarno ke Bengkulu karena aksesnya tidak memadai dan merupakan daerah terpencil yang sulit ditemukan.

Awalnya, rumah yang dipakai untuk pengangsingan Ir. Soekarno adalah milik seorang pedagang Tionghoa yang bernama Lion Bwe Seng yang disewa oleh orang Belanda untuk menempatkan Soekarno selama diasingkan di Bengkulu. Bangunan khas Tionghoa dengan arsitektur Cina bisa kita lihat dari ornamen dinding yang berbeda dengan rumah Indonesia pada umumnya. Soekarno menempati rumah itu pada 1938-1942. Selama 4 tahun tersebut, Ir. Soekarno dijauhkan dari tokoh-tokoh politik Indonesia.

Struktur bangunan berupa kayu yang sudah direnovasi beberapa kali. Bangunan menyerupai limas dengan ornamen khas Cina, Dinding rumahnya berpelat baja berlapis tembok yang sangat tebal. Rumah tersebut berdiri di atas tanah seluas 162 meter persegi dengan ukuran 9×18. Terdapat 5 ruangan yaitu 1 ruang kerja, 1 ruang tamu, 1 kamar tidur tamu, 2 kamar tidur keluarga, dapur, gudang, kamar mandi dan sumur yang berada di belakang rumah. Sumur tersebut konon siapa yang mencuci muka atau berwudu dengan airnya akan mendapat berkah awet muda.

 

Selain itu di dalam rumah yang sangat bersejarah ini dipenuhi dengan buku-buku koleksi Ir. Soekarno yang berbahasa Belanda. Terdapat ranjang besi yang digunakan untuk tidur bersama keluarganya. Terdapat sepeda tua yang digunakan beliau untuk bepergian selama tinggal di Bengkulu. Terdapat seragam grup tonil (sandiwara) Monte Carlo yang dibawah naungan Ir. Soekarno. Terdapat foto-foto keluarga Ir. Soekarno yang masih terjaga. Dan yang tidak kalah menarik terdapat juga surat-surat cinta yang dibuat khusus untuk Ibu Fatmawati.

Di Bengkulu juga menjadi saksi cinta antara Ir. Soekarno dengan Ibu Fatmawati yang kemudian menuju pelaminan dan dikaruniai 5 orang anak. Sebelumnya Ir. Soekarno beristri Ibu Inggit Garnasih, Ibu Inggit tidak mau dimadu dan Ibu Fatmawati juga tidak mau diduakan. Jadi, secara wibawa Ir. Soekarno memutuskan untuk bercerai dengan Ibu Inggit. Ibu Inggit pulang ke Jawa Barat dan Ibu Fatmawati menetap bersama Ir. Soekarno di Bengkulu.

Rumah Ibu Fatmawati berada tidak jauh dari rumah Ir. Soekarno, di rumah Ibu Fatmawati juga terdapat berbagai benda-benda peninggalan sejarah sehingga rumah tersebut juga dijadikan sebagai situs sejarah. Sekitar 600 meter dari rumah Ir. Soekarno, di dalamnya terdapat berbagai buku-buku koleksi dan juga mesin jahit yang digunakan oleh Ibu Fatmawati untuk menjahit bendera merah putih yang pertama untuk dikibarkan pada hari kemerdekaan Indonesia.

Rumah bersejarah tersebut setiap harinya selalu dikunjungi pengunjung. Baik pengunjung lokal maupun pengunjung dari berbagai negara. Bahkan rumah tersebut dalam penanganan orang terpercaya sehingga, keberadaannya masih terjaga dengan baik bersama dengan peninggalan-peninggalannya. Tempatnya terasa sangat nyaman bagi siapa pun, lingkungannya asri dan bersih. Meski tidak begitu luas namun, rumah tersebut juga menyediakan pemandu untuk menjelaskan secara detail cerita dan sejarah dari setiap sudut ruangan yang ada.

Untuk sampai di rumah bersejarah ini kita bisa menempuhnya dari Bandara Fatmawati Soekarno dengan naik angkutan umum menuju pusat Kota Bengkulu yang berada di Anggut Atas.

 

HTM pada 6 Mei 2017: Rp3.000,- per orang

 

Lokasi: Rumah Pengangsingan Bung Karno

Anggut Atas, Bengkulu, Kota Bengkulu, Bengkulu 38222, Indonesia

Jam Buka: 08.00-17.00 WIB

 

Selamat Berwisata…

 

 

 

Supported by Auto Travel Software
Software Accounting yang dirancang khusus untuk perusahaan Tour & Travel dengan kemampuan dan feature yang memudahkan dalam melaporkan perkembangan bisnis Anda. Juga membantu Anda melakukan pencatatan keuangan dengan mudah, otomatis dan akurat