Iklan Gratis
Home / Jawa / DIY Yogyakarta / 7 Objek Wisata Sejarah Yogyakarta

7 Objek Wisata Sejarah Yogyakarta

Yogyakarta merupakan kota pelajar yang mempunyai banyak destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Salah satunya wisata sejarah berupa museum dan bangunan sejarah yang masih lestari hingga kini. Wisata sejarah sarat akan edukasi namun, tidak hanya kalangan pelajar yang berkunjung melainkan kalangan masyarakat umum yang juga tak kalah banyaknya. Antusias wisatawan untuk mengunjungi tempat-tempat bersejarah semakin meningkat dengan adanya berbagai fasilitas pendukung.

Berikut 7 wisata sejarah yang bisa Anda kunjungi di Yogyakarta:

1. Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat merupakan salah satu istana peninggalan keraton yang masih lestari hingga saat ini. Bangunannya masih tradisional dengan mengusung arsitektur khas Jawa. Di kawasan Keraton terdapat berbagai bangunan dengan fungsi yang berbeda. Ada beberapa sudut yang masih dijadikan sebagai kompleks permukiman keluarga sultan.

Tidak hanya keturunannya yang masih menetap namun juga warisan budayanya masih dilestarikan. Pada waktu-waktu tertentu di kawasan Keraton Ngayogyakarta sering diadakan berbagai upacara-upacara adat keraton.

Seperti bangunan Jawa pada umumnya, keraton ini dominan dengan bentuk bangunan berupa atap joglo. Kawasannya dikelilingi benteng. Setiap bangunan mempunyai banyak tiang penyanggga atau dalam Bahasa Jawa disebut soko. Pemisah ruangan satu dengan yang lain diberi semacam sekat atau dalam Bahasa Jawa sering disebut dengan rono.

Disetiap bangunannya penuh dengan ukiran Jawa yang khas. Halaman istana berupa pasir yang diusung dari Pantai Selatan. Disekitar halaman terdapat berbagai pohon yang tumbuh mengayomi halaman dari teriknya matahari.

 




2. Museum Monumen Jogja Kembali (MONJALI)

Museum Monumen Jogya Kembali adalah sebuah museum sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia yang ada di kota Yogyakarta dan dikelola oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Pemberian nama Jogja Kembali yaitu sebagai lambang kembalinya Pemerintahan Republik Indonesia Yogyakarta dari tangan Pemerintahan Belanda pada tanggal 29 Juni 1949.

Museum yang berada di bagian utara kota Jogja ini banyak dikunjungi wisatawan khususnya para pelajar. Selain bisa menikmati berbagai benda koleksi kita juga bisa menambah wawasan dan pengetahuan mengenai sejarah Jogja.

Museum MONJALI dibangun pada 29 Juni 1985 atas prakarsa Kolonel Soegiarto, selaku Walikotamadya Yogyakarta pada tahun 1983. Pembangunan MONJALI selesai selama empat tahun. Diresmikan oleh Presiden RI waktu itu, Soeharto pada tanggal 6 Juli 1989. Bentuk kerucut dipilih karena menyerupai gunung yang menjadi perlambang kesuburan selain memiliki makna melestarikan budaya nenek moyang  Museum yang berbentuk kerucut setinggi 31 meter ini terdiri dari 3 lantai dan dilengkapi dengan ruang perpustakaan serta ruang serbaguna. anriwahyu-20160209134850

 

Semua benda koleksi, dipamerkan dalam realia, replika, foto, dokumen, heraldika, evokatif maupun diorama. Sehingga, pengunjung tidak akan merasa bosan saat membaca sejarah demi sejarah. Ruangannya yang cukup luas dan rapi membuat suasana menikmati sejarah menjadi nyaman. Lokasi pendiriannya berlatarkan budaya Jogja, yaitu monument yang terletak pada sumbu atau poros imajiner yang menghubungkan antara Kraton, Tugu, Gunung Merapi, Panggung Krapyak dan pantai Parangtritis. Sumbu Imajiner adalah Sumbu Besar Kehidupan atau sumbu Makrokosmos. Untuk titik imajinernya bisa anda lihat pada lantai tiga ditempat tiang bendera berdiri.

 



3. Museum Affandi

Affandi merupakan seniman lukis yang ternama di dunia asal Indonesia. Hasil karya Affandi Koesoema banyak diminati masyarakat. Ciri khas dan keunikannya menjadikan lukisan Affandi cepat laku di pasaran. Affandi sering menggunakan teknik lukis ngasal dengan jari jemarinya yang menari di atas kanvas. Affandi rajin memasarkan hasil karyanya. Sehingga,  dalam waktu beberapa tahun Affandi mampu mengumpulkan uang untuk membangun Museum Affandi. Museum tempat penyimpanan hasil karya lukisan Affandi.

Museum Affandi berada di Yogyakarta, tepatnya Jalan Laksda Adisucipto Nomor 167 Yogyakarta. Museum Affandi menyimpan berbagai macam hasil karya lukisan Affandi dan seniman lain. Ada sekitar 300 hasil karya lukisan Affandi. Dan beberapa dari rekan seniman lain seperti Basuki Abdullah, Popo Iskandar, Sudjojono, Hendra Gunawan, Burli, Muchtar Apin. Selain lukisan juga terdapat patung hasil karya Amrus Natalsya dan cukil kayu poles hasil karya keluarga Tjokot.

Museum Affandi berdiri di atas tanah seluas 3.500 meter persegi. Terdiri dari 2 lantai dengan 4 galeri di dalamnya. Ada loket tiket, cafe, art shop, studio, rumah kediaman keluarga Affandi. Museum Affandi arsitektur bangunannya dirancang sendiri oleh Affandi. Awalnya Museum Affandi hanya mempunyai 1 galeri saja untuk menampung semua karyanya. Pada tahun 1962 Museum Affandi mulai dibangun dan kemudian diremikan pada tahun 1974. Museum Affandi berbagi fungsi sebagai tempat tinggal sekaligus sebagai galeri pameran.

 






4. Pantai Ngobaran

Pantai selalu menjadi destinasi wisata alam yang masih diburu banyak wisatawan baik wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Keindahan lautnya selalu menarik perhatian banyak wisatawan. Di Indonesia sendiri ada banyak pantai yang bisa kita kunjungi. Salah satunya Pantai Ngobaran yang berada di Gunung Kidul, Yogyakarta. Meski banyak pantai namun, masing-masing mempunyai ciri khas tersendiri yang mampu menjadi daya tarik wisatawan.

91df1ee0d5c8b668715ea75092917f9f

Pantai Ngobaran merupakan salah satu pantai laut selatan yang ada di Gunung Kidul sekitar 65 km dari pusat Kota Yogyakarta. Pantai ini mempunyai ciri khas yang berbeda. Dengan adanya pura, patung dewa dan sejenisnya membuat pantai ini memiliki suasana seperti di Pulau Dewata Bali. Semilir angin laut yang menyejukkan juga suasana pantai yang tenang akan membuat kita betah berlama-lama di sini. Kita bisa menikmati keindahan alam, hamparan laut, deburan ombak dan tebing yang berada disekitarnya.

 

 




 

5. Benteng Vredeburg

Benteng Vredeburg merupakan salah satu benteng peninggalan Belanda pada masda penjajahan. Di dalam Benteng Vredeburg terdapat museum yang menyimpan berbagai macam benda dan diorama sejarah masa penjajahan. Tidak hanya kalangan pelajar, pengunjung juga didominasi oleh kalangan masyarakat umum. Selain bisa mendapatkan pengetahuan sejarah, di Benteng Vredeburg kita juga bisa mengabadikan foto dengan background klasik yang unik dan menarik.

Benteng Vredeburg berada di Jl. Margo Mulyo / Jl. A. Yani No.6, Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta. Lebihy tepatnya berada di kawasan Keraton Kesultanan Yogyakarta. Nah… menarik bukan? Kita bisa mengunjungi Benteng Vredeburg sekaligus mengunjungi Keraton Kesultanan Yogyakarta.

 

6. Istana Negara Yogyakarta

Pada tahun 1946, Yogyakarta dijadikan sebagai pusat pemerintahan Indonesia. Di Jl. Malioboro, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta berdiri Istana Negara atau yang lebih dikenal dengan Gedung Agung. Segala aktifitas kepresidenan dilakukan di Gedung Agung Yogyakarta. Namun, pada tahun 1949 pusat pemerintahan Indonesia kemudian dipindah ke Batavia atau yang sekarang kita kenal dengan Jakarta. Meski ditinggalkan namun, bangunan Istana Negara masih terjaga dengan baik. Hingga kini keberadaannya masih dicari banyak wisatwan yang ingin tahu sejarah Indonesia. Bila kita berlibur ke Yogyakarta, Istana Negara Yogyakarta bisa kita masukkan destinasi wisata yang akan kita kunjungi.

 

7. Taman Sari Yogyakarta

Istana Air Taman Sari merupakan salah satu istana air yang berada di dekat Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan berjarak tempuh sekitar 15 menit dari alun-alun utara keraton.

ataman-sari-masuk

Dulunya sebagai tempat rekreasi keluarga kerajaan juga sebagai benteng pertahanan yang dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1758-1765. Namun, sekarang hanya tinggal beberapa peninggalan bangunan yang tersisa karena sebagian wilayah istana air dijadikan tempat tinggal oleh para penduduk.

ataman-sari2

Istana Air Taman Sari yang menjadi salah satu cagar budaya Yogyakarta ini dulunya mempunyai luas 10 hektar dengan 57 bangunan berupa kolam pemandian, danau buatan, pulau buatan, jembatan gantung, kanal air, taman, lorong bawah tanah, gedung dengan arsitektur Eropa, China, Jawa, Hindu dan Islam.

atamansari

Dulu tempat ini terbagi menjadi 4 kompleks meliputi danau buatan, Umbul Binangun, Pasarean ledok Sari dan Kolam Garjitawati juga danau dengan pulau buatan. Namun seiring berjalannya waktu, kawasan istana air banyak yang dijadikan tempat tinggal sehingga hanya tersisa pemandian Umbuk Binangun yang sekarang banyak diminati pengunjung karena pesonanya.

 

Supported by Auto Travel Software
Software Accounting yang dirancang khusus untuk perusahaan Tour & Travel dengan kemampuan dan feature yang memudahkan dalam melaporkan perkembangan bisnis Anda. Juga membantu Anda melakukan pencatatan keuangan dengan mudah, otomatis dan akurat