Iklan Gratis
Home / Indonesia / Istana Maimun Medan-Museum Mewah Bergaya Istana Nan Megah
Foto: rahmat ramadhanritonga.blogspot.com

Istana Maimun Medan-Museum Mewah Bergaya Istana Nan Megah

Istana Maimun merupakan wisata museum berupa istana Kesultanan Deli yang menjadi  ikon kota Medan, Sumatera Utara. Istana Maimun dibangun pada tahun 1888 dan selesai pada tahun 1891. Istana ini berdiri di wilayah Kota Medan, persisnya di Jl. BrigJen Katamso, Kelurahan Sukaraja Kota Medan Provinsi Sumatera Utara.

Istana Maimun didirikan oleh Sultan Maimun Al Rasyid Perkasa Alamsyah  yang merupakan keturunan Raja ke-9 Kesultanan Deli, beliau adalah putera sulung dari Sultan Mahmud Perkasa Alam, pendiri kota Medan. Pada tanggal 26 Agustus  1888 istana ini mulai dibangun dan diarsiteki oleh seorang berkebangsaan Italia yang bernama TH Van Erp yang dulu bekerja sebagai tentara KNIL kemudian Istana ini diresmikan pada tanggal 18 Mei 1891. Istana Maimun biasa juga disebut Istana Putri Hijau oleh penduduk setempat dikarenakan terdapat peninggalan yang ada di Istana ini yang berkaitan dengan Putri Hijau pada masa lampau.

P2081109

Untuk menuju ke Istana Maimun, kita membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan dari Bandara Polonia Medan yang berjarak sekitar 10 Km sedangkan bila dari pelabuhan belawan berjarak sekitar 28 Km. Menurut data yang ada Istana ini dibangun diatas lahan tanah seluas 2.772 m2 dengan struktur bangunan yang merupakan campuran antara budaya Indonesia dengan budaya Eropa dan Timur Tengah. Sedangkan bila digabung dengan luas halamannya memiliki luas sekitar 4 hektar.

Bila kita ingin ke tempat wisata ini kita dapat menggunakan angkutan yang ada di Medan yaitu Betor. Dari pusat kota Medan kira-kira 4 Kilometer Betor tersebut menuju Jl. Sisingamangaraja. Bila telah sampai di Jl. Sisingamangaraja selanjutnya kita mencari Hotel Garuda Citra dari Hotel ini kira-kira sekitar 100 meter kita sudah dapat menemukan Istana Maimun.

Istana ini memiliki panjang 75,50 m dan tinggi bangunan 14,14 meter dan bertingkat dua dengan ditopang oleh tiang yang terbuat dari kayu dan batu.

Foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Istana Maimun mempunyai struktur bangunan campuran antara Eropa, Melayu dan Timur Tengah bila dilihat dari warnanya mayoritas berwarna kuning yang merupakan ciri khas orang melayu. Pengaruh Eropa dapat dilihat dari lampu-lampu Kristal yang terdapat di dalam Istana dan juga pada perabotan kursi, meja dan lemari serta dari struktur pintu dan jendelanya yang tinggi-tinggi, sedangkan pengaruh timur tengahnya terdapat pada bagian atapnya yang melengkung setinggi 5 – 8 meter dan menyerupai perahu terbalik (lengkung Persia).

20130921_165245

 

Memasuki Istana lebih dalam lagi kita akan menemukan sebuah ruangan yang cukup luas yaitu sekitar 412 m2. Di ruangan ini memiliki warna mayoritas berwarna kuning, biasanya ruangan ini digunakan oleh sultan untuk menerima kunjungan dari sanak saudara dan keluarganya. Selain itu biasanya ruangan ini juga digunakan pada acara penobatan Sultan dan acara adat lainnya terutama pada hari-hari besar Agama Islam.

Istana-Maimun-Medan-Bagian-Dalam

Di dalam istana ini kita juga dapat melihat beberapa koleksi peninggalan jaman dahulu yang dipajang di ruang pertemuan seperti foto-foto keluarga sultan perabotan rumah tangga zaman kuno dan berbagai jenis senjata khas Medan.

istana-maimun-92

Di depan Istana terdapat sebuah meriam yang dinamakan meriam puntung, meriam ini dipercaya sebagai penjelmaan dari adik Putri Hijau bernama Mambang Khayali, Putri Hijau sendiri adalaha putri dari seorang Raja dari Kerajaan Timur Raya. Perubahan meriam tersebut dikarenakan pada waktu itu terjadi peperangan antara Kerajaan Aceh dengan Kerajaan Timur Raya  akibat dari Raja Timur Raya yang menolak pinangan Raja Aceh terhadap Putri Hijau. Pada peperangan tersebut Meriam Puntung meledak terus menerus tanpa berhenti dan akibat kepanasan meriam tersebut akhirnya meledak dan terbagi menjadi 2 bagian, bagian depan meriam terdapat di daerah Surbakti, dataran tinggi Karo, dekat Kabanjahe. Sementara bagian belakang terlempar ke Labuhan Deli, kemudian dipindahkan ke halaman Istana Maimun.

 

IMAG1853

Setelah puas menikmati keindahan Istana Maimun kita juga dapat melanjutkan ke obyek wisata religius yang terdapat tidak jauh dari istana, yaitu kira-kira 100 meter yaitu obyek wisata Mesjid Raya Medan yang bernama Masjid Al Mashun.

img_7518

Karena sudah menjadi objek wisata, kawasan Istana Maimun kini penuh dengan pedagang dari makanan khas sampai souvenir. Bahkan disini juga ada pertunjukan musik Melayu yang akan semakin menambah suasana syahdu saat mengelilingi setiap sudut ruang museum bersejarah ini.

maxresdefault

 

HTM: Rp5.000,- per orang (sewaktu-waktu bisa berubah)

Jam Buka: 08.00-18.00 WIB

Lokasi: Jl. Sultan Ma’moen Al Rasyid No. 66, Medan Maimun, A U R, Medan Maimun, A U R, Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara 20151, Indonesia

 

Selamat Berwisata…

 

 

Supported by Auto Travel Software
Software Accounting yang dirancang khusus untuk perusahaan Tour & Travel dengan kemampuan dan feature yang memudahkan dalam melaporkan perkembangan bisnis Anda. Juga membantu Anda melakukan pencatatan keuangan dengan mudah, otomatis dan akurat