Iklan Gratis
Home / Tips / Menanamkan Kebiasaan Berpuasa Pada Anak Kecil Di Bulan Ramadhan

Menanamkan Kebiasaan Berpuasa Pada Anak Kecil Di Bulan Ramadhan

Puasa adalah menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Dengan syarat tertentu, untuk meningkatkan ketakwaan seorang muslim. Berpuasa (saum) merupakan salah satu bagian dari Rukun Islam yang wajib dikerjakan pada bulan Ramadhan. Saum secara bahasa artinya menahan atau mencegah.

Bagi orang dewasa puasa sudah menjadi agenda wajib setiap tahunnya. Namun, bagi anak-anak puasa masih asing. Maka dari itu kita harus bisa melatih anak untuk berpuasa sejak dini. Kita bisa memulainya sedikit demi sedikit dengan tidak memaksakan kehendak anak. Agar anak bisa menjalani puasa dengan menyenangkan, tidak tertekan dan tidak trauma. Karena dia masih kecil, ajari dia berpuasa sekuatnya saja. Selain untuk menjaga mental anak juga untuk menjaga tubuh anak agar tidak kaget saat mulai berpuasa sehari penuh.

Meski anak-anak sebenarnya belum diwajibkan untuk berpuasa namun, sejak balita kita bisa mengajarinya puasa selama 3-4 jam. Kemudian, baru ke tahap yang lebih berat. Hal tersebut untuk membiasakan anak agar terbiasa melakukan puasa.

 

Berikut adalah beberapa tips untuk menanamkan kebiasaan berpuasa pada anak:

1. Memberi pemahaman tentang arti puasa.

Sebelum mengajaknya berpuasa sebaiknya Anda memberi pemahaman mengenai puasa terlebih dahulu. Seperti apa itu puasa, untuk apa, bagaimana cara melakukannya, apa saja sunnah dan larangannya, apa saja hal yang membatalkan puasa dan pengertian-pengertian lain sekitar puasa. Sehingga, anak akan bisa mengetahui secara detail dan perlahan akan menyadari arti penting puasa.

2. Mengajaknya makan sahur.

Setelah diberi pemahaman, kini saatnya Anda mulai membiasakan anak untuk berpuasa. Ajak dia bangun dan makan sahur. Ciptakan suasana makan sahur yang menyenangkan misalnya memasak makanan kesukaannya, mengajaknya berinteraksi dengan candaan dan melakukan sahur dengan tidak terburu-buru. Beri tahu kapan dia boleh berbuka puasa nantinya. Dan beri dorongan dan motivasi agar anak semangat dalam menjalani puasanya.

3. Membuat konsep berbuka secara bertahap.

Bagi anak-anak mungkin akan terasa berat jika langsung berpuasa sehari penuh. Maka dari itu, Anda harus memulainya secara bertahap agar anak tidak terbebani. Anda bisa mengajaknya makan sahur. Jika biasanya sarapan pada jam 6, beri dia waktu berbuka pada jam 9. Berikutnya berbuka pada jam 12. Kemudian berbuka pada jam 3. Setelah semua bisa dilalui tanpa keluhan yang berat dari anak. Barulah Anda memberi dia waktu berbuka pada saat adzan magrib. Dan perlahan anak akan terbiasa puasa bahkan mampu bertahan hingga sehari penuh. Lakukan hal tersebut selama 1 minggu. Dalam waktu tersebut pencernaannya akan mengubah pola secara bertahap juga sehingga, dapat dipastikan anak tidak akan kaget dan mudah beradaptasi.

Pada saat berbuka puasa beri dia pujian untuk meningkatkan semangatnya. Dengan begitu anak akan terpacu untuk melakukannya lagi karena semakin banyak dorongan dan motivasi anak akan semakin percaya diri dan yakin bahwa dia mampu melakukannya.

4. Menjaga asupan gizi dengan baik.

Saat sahur dan berbuka, beri dia makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral seperti nasi, lauk pauk, sayuran, buah dan susu. Hindari makanan yang mengandung gula berlebih, karena makanan yang terlalu manis akan mengakibatkan lemas. Sarankan agar minum air putih yang banyak untuk menjaga cairan tubuh.

5. Izinkan anak membatalkan puasa jika sudah tidak kuat.

Jika anak mulai mengeluh tidak kuat izinkan dia untuk minum kemudian melanjutkan puasanya. Jika anak biasa ngemil, beri motivasi untuk menahannya sampai tiba pada waktu yang telah Anda tentukan. Jika anak terlihat sangat lemas, bujuk dia agar menghentikan puasanya dan segera berbuka. Jangan membandingkan anak Anda dengan anak lain karena, bagaimana pun juga kekuatan tubuh manusia berbeda-beda.

6. Tidur siang dan membatasi bermain.

Pada permulaan puasa di situlah proses adaptasi tubuh terhadap lapar dan haus dimulai. Agar puasanya kuat, usahakan agar anak tidur siang. Batasi juga kegiatan bermainnya, jangan melakukan permainan yang mengeluarkan banyak tenaga karena akan mengurangi banyak cairan dan mengakibatkan dehidrasi.

7. Menghormati orang yang sedang berpuasa.

Beri pemahaman juga mengenai bagaimana cara menghormati orang yang sedang berpuasa. Seperti saat makan harus menjauh dari orang yang berpuasa, tidak memancing emosi orang yang sedang berpuasa. Dan pada saat puasa dianjurkan memperbanyak amal ibadah seperti mengaji, sedekah dan sholat berjamaah. Ajarkan juga agar anak tidak bermalas-malasan meski sedang puasa.

8. Beri apresiasi.

Terakhir beri dia hadiah sebagai penghargaan puncak keberhasilannya. Hadiah bisa diberikan setiap hari, setiap minggu atau saat lepas 1 bulan puasa. Hadiah bisa berupa mainan, buku, makanan kesukaan maupun berwisata. Untuk pertama kali berpuasa, hal ini sangat dianjurkan karena merupakan moment percobaan yang tidak mudah bagi anak. Kemudian dari sini anak akan merasa mampu dan termotivasi untuk berpuasa pada tahun berikutnya.

 

 

Semoga Bermanfaat…

 

 

 

Supported by Auto Travel Software
Software Accounting yang dirancang khusus untuk perusahaan Tour & Travel dengan kemampuan dan feature yang memudahkan dalam melaporkan perkembangan bisnis Anda. Juga membantu Anda melakukan pencatatan keuangan dengan mudah, otomatis dan akurat