Iklan Gratis
Home / Tempat Wisata / MUSEUM BATIWAKKAL

MUSEUM BATIWAKKAL

Museum Batiwakkal adalah obyek wisata museum yang didalamnya terdapat beberapa koleksi peninggalan Kerajaan Gunung Batur yang terdapat di daerah ini. Letak Museum ini berada di tepian sungai Sengah, Kota  Tanjung Redeb Kecamatan Gunung Tabur Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur.

Di wilayah Kabupaten Berau dahulu merupakan sebuah Kerajaan Berau, namun awal abad ke 17 ketika penjajah Belanda masuk ke Indonesia dengan berkedok sebagai pedagang (VOC) melalui politik devide et impera (Politik Perpecahan) pemerintah Kolonial Belanda berhasil memecah kerajaan Berau menjadi 2 bagian yaitu Kesultanan Gunung Tabur yang dipimpin oleh Sultan Muh Badaruddin dan Kesultanan Sambaliyung dipimpin oleh Sultan Alimuddin Raja Alam.

Kesultanan Gunung  Tabur sendiri berdiri sejak tahun 1820 dan menyatu kembali ke tata pemerintahan Kabupaten Berau pada tahun 1960. Sejak bergabung Kesultanan Gunung Tabur resmi dihapuskan eksistensinya melalui keputusan Pemerintah Indonesia. Kesultanan Gunung Tabur kemudian dirubah menjadi sebuah kecamatan di bawah naungan Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur.

Peninggalan Kesultanan Gunung Tabur berupa Keraton Gunung Tabur pada tahun 1990 diubah dan dibangun menjadi sebuah Museum yang dinamakan Museum Batiwakkal yang tujuannya untuk melestarikan budaya dan sejarah kesultanan di daerah Berau. Museum ini resmi dibuka oleh pemerintah setempat sebagai Obyek Wisata Museum pada tahun 1992.

Untuk menuju ke Museum ini dapat ditempuh dengan melalui jalur darat dan sungai, bila melalui jalur darat kita membutuhkan waktu sekitar 20 menit dari Tanjung Redeb sedangkan bila melalui jalur sungai hanya diperlukan waktu sekitar 3 menit saja.

Melalui jalur sungai kita dapat menyeberang dengan perahu klotok yang terdapat pada sebuah dermaga yang berlokasi di pojok sungai, adapun tarifnya cukup murah yaitu Rp. 4.000,- per orang. Obyek wisata ini hanya dibuka pada hari libur saja, mulai dari jam 10.00 Wib Sampai dengan 14.00 Wib.

Memasuki Museum kita akan melihat Lambang kerajaan Gunung Tabur yang bila kita lihat cukup dipengaruhi oleh gaya eropa dengan dua macan sebagai simbol kerajaannya. Di dalam museum sendiri terdapat beberapa koleksi peninggalan Kerajaan Gunung Tabur berupa tahta, pusaka dan peninggalan lainnya.

Tahta kerajaan berupa Kursi sultan dan permaisuri sudah tidak asli lagi dikarenakan istana ini pernah terbakar oleh bom Belanda namun tahtanya dibuat persis dengan aslinya. Tahta ini terdiri dari 2 kursi berukir dengan bantalan dari busa berlapis kain kuning, disamping tahta bendera berwarna kuning dengan pedang berwarna merah. Di depan tahta terdapat meja dengan alas meja berwarna hijau serta perangkat sajian dari kuningan. Di dinding atas tahta, terdapat foto Sultan dengan Permaisuri mengenakan pakaian kebesaran kerajaan.

Di museum ini juga kita akan melihat beberapa foto dari jaman kerajaan yaitu foto sultan bersama 2 orang permaisurinya yang berasal dari Keraton Surakarta dan seorang berketurunan arab, terdapat juga foto para Sultan di seluruh Kalimantan yang dikumpulkan oleh Pemerintah Kolonial Belanda, para sultan tersebut mengenakan pakaian ala eropa yang di design langsung dari designer italia yang didatangkan oleh Belanda.

Kita juga akan melihat Koleksi berupa Meriam yang jumlahnya cukup banyak dan ditempatkan di beberapa sudut kerajaan, terdapat juga satu meriam pijitan yang diletakkan di tengah-tengah ruangan museum. Beberapa meriam ada yang sudah pecah, hal ini menandakan meriam tersebut memang digunakan untuk berperang.

Museum Batiwakkal juga menyimpan koleksi Keramik dan alat makan, koleksi keramik yang cukup terkenal yaitu berasal dari negeri china dari Dinasti Song pada abad 12 – 13 dan dari Dinasti Yuan pada abad 13 – 14. Selain itu di tempat ini juga terdapat koleksi peralatan makanan yang berasal dari eropa dan arab.

Salah satu koleksi yang unik dan jarang kita lihat di museum lain yaitu alat untuk membantu melahirkan. Alat ini diletakkan di sebelah dipan yang disiapkan untuk ibu yang baru selesai melahirkan. Alat ini dibuat dari biji pohon Paung Janggi (sejenis pohon ulin).

Berada di Museum ini akan membuka mata kita mengenai sejarah kesultanan dan kehidupan jaman dulu yang ada di Kalimantan pada umumnya dan khususnya sejarah di kabupaten Berau  ini.

Selepas dari Museum Batiwakkal kita dapat melanjutkan perjalanan ke Obyek wisata Museum yang terdapat di seberang sungai Berau yaitu Museum Sambaliung yang dahulu merupakan sebuah Kerajaan pecahan dari Kerajaan Berau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*